Showing posts with label Photo. Show all posts
Showing posts with label Photo. Show all posts

Monday, September 26, 2016

Niat Terselubung

Malam ini senyum-senyum sendiri dengar celotehan mama dan bapak. Jadi kan saya anak sulung. Mama sering mengeluh sakit sedangkan bapak sudah malas menghadiri acara keluarga. Jadinya saya selalu saja jadi wakil mereka diacara apapun. Dari yang awalnya, bagi saya acara seperti itu malesin. Tapi saking terbiasanya malah jadi kebiasaan dan suka malah. Jadi suka beli dress dan belajar makeup-an karena itu. Soalnya kan malu-maluin kalau sampai tampil biasa-biasa saja. Apalagi status anak gadis sudah melekat banget.

Datang ke acara resmi seperti mapettuada, mapacci, akad nikah, mapperola, resepsi dan aqiqahan sudah biasa banget. Ada suka dukanya sih. Sukanya sih yah bisa berpenampilan agak cantik dari biasanya yang kata nenek kalau lagi dirumah saya tampak seperti pembantu padahal kalau difoto cantik kok. Katanya. Bayangkan saja, ini nenek saya loh yang menilai penampilan cucunya seperti pembantu. Hanya gara-gara dirumah saya sukanya pakai celana pendek bergambar macam-macam plus kaos oblong (yang sudah digunting lengan, kerah dan bagian bawahnya). Wah tega kan. Dukanya yah palingan kalau ke acara resmi gitu, berasa jadi orang asing. Gak ada yang ngenalin. Jadi biasanya kalau kekondangan saya hanya maju salim-salim, makan dan pulang. Kosong banget pemirsa. Kalau acaranya dari deket rumah sih lumayan, biasanya saya pergi sama tante sebelah rumah atau anaknya. Keseringan sama si tante sih. Minimal ada teman ngobrol. Kalau acaranya tingkat keluarga yah saya perginya bareng sepupu satu kali saya yang sudah berkeluarga dan berekor. Nah ini nih yang lucu.

Saturday, April 26, 2014

Cara Mudah Daftar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Sebagai salah satu mahasiswi kesehatan, saya sudah tidak asing dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Saya pernah menjadi salah satu anggota teamwork dikampus dalam penyeleggaraan talkshow mengenai cakupan BPJS Kesehatan. Jumlah peserta yang awalnya dibatasi hanya lima puluh orang, ternyata melebihi target. Selain itu, sebelumnya saya dan beberapa Posko Pengalaman Belajar Lapangan lain sempat membuat seminar mengenai JKN dan mendatangkan pemateri langsung dari BPJS Kesehatan sendiri. Seminar tersebut kami laksanakan di Kecamatan Tallo sebagai salah satu bentuk intervensi kami. Tidak hanya itu, saya dan beberapa teman sempat juga melakukan survai polling mengenai cakupan BPJS Kesehatan. Survai sederhana tersebut kami lakukan dengan membagi kuesioner singkat yang berisi beberapa pertanyaan singkat pula di Pantai Losari. Semuanya menjadi pengalaman yang mengesankan dan cukup bermanfaat bagi saya pribadi.

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan asuransi kesehatan nasional yang bersifat wajib. Askes dan Jamkesmas dialihkan menjadi JKN mulai satu Januari yang lalu. Bagi Pegawai Negeri Sipil tidak perlu repot mengurusnya, karena akan beralih secara otomatis. Berbeda bagi para pekerja non upah, harus mengurus asuransi kesehatan tersebut secara mandiri. Tapi tidak perlu cemas, saya akan menjelaskan cara mudah mendaftar JKN bari para pekerja non upah seperti ayah saya. Berikut langkah-langkahnya:

Wednesday, April 9, 2014

Sunday, November 10, 2013

Balocci - Pangkep



Pertama kali saya emnginjakkan kaki ditempat ini, mereka memanggil saya sebagai Maba, dua tahun yang lalu. Waktu itu kami sebagai peserta pengkaderan dan wajib mengikuti semua perintah sang senior. Satu hal yang tidak akan saya lupa kala itu adalah saat-saat diamana kami berlimpahan makanan tapi kehabisan air untuk diminum. Minggu kemarin, saya kembali ketempat ini. Setelah dua tahun berlalu, tempat ini masih sama. Bedanya kali ini saya datang sebagai senior sekaligus panitia pelaksana. Setidaknya suasananya lebih baik dari dua tahun yang lalu. Salah satu yang berbeda bila dibandingkan kali pertama saya menginjak tempat ini yaitu kali ini kami hanya mampu mengisi perut dengan air, air dan air. Kami tak punya sesuatu apa pun untuk dimakan. Iya, kami kelaparan. Kami baru bisa mengecap nikmatnya sarapan ketika jarum jam menunjukkan pukul tiga sore dan bila beruntung, kami bisa makan malam pukul dua pagi. So pity us. Tapi bukan itu satu-satunya yang akan saya ingat dari tempat ini.